Posts

Showing posts from August, 2020

Why Read Aloud?

Image
-JIM TRELEASE- One day back in the 1980s I visited the kindergarten room I had attended years earlier as a child at Connecticut Farms Elementary School, in Union, New Jersey. Gazing up at me were the faces of about fifteen children, each of them seated expectantly on their story rug. “How many of you want to learn to read this year?” I asked. Without a second’s hesitation, every hand shot into the air, many accompanied by boasts like “I already know how!” Their excitement matched what every kindergarten teacher has told me: Every child begins school wanting to learn to read. In other words, we’ve got 100 percent enthusiasm and desire when they start school—the first chapter in their life. In subsequent years, when the National Reading Report Card surveyed students, they found very different attitudes and behavior as the students aged: Among fourth-graders, only 54 percent read something for pleasure every day. Among eighth-graders, only 30 percent read for pleasure daily.   By t...

Antara Pergi atau Berakhir

Image
Bersandar pada bebatuan beralaskan pasir pantai, tak merasakan sengatan sinar matahari meski sedang meninggi. Tak merasakan kerasnya batu tempat bersandar meski begitu kasar seharusnya yang aku rasa. Menerawang ke depan bahkan berbalik ke belakang. Berpikir tentang setiap tindakan yang di ambil dengan gegabah tanpa memikirkan masa depan. Mereka kecewa, dengan diri ini yang tak seharusnya bersuara. Mereka kecewa, tentang diri ini yang seharusnya tak bertindak. Mereka kecawa, tentang diri ini yang seharusnya menahan ledakan dunia. Mereka kecewa, tentang diri ini yang memang seharusnya sudah tiada. Mungkin pergi akan menjadi sebuah jawaban, entah kapan saatnya itu akan tiba. Penantian dan berjuang untuk melapaskan segala. Tak memungkiri rindu akan menyelimuti. Atau mungkin jiwa yang pergi tanpa raga menemani?

Mengakhiri atau Bertahan

Image
Manakah yang akan engkau pilih? Ketika menyadari segala tindakanmu hanya membahagiakan satu sisi. Ada kalanya pilihan hidupku membahagiakan mereka, namun begitu berat untuku lalui. Adapun, pilihan hidup yang lain membuatku bernafas lega. Tapi, membuat sekitar bersedih hingga kecewa.  Sudahkah, kalian di luar sana menemukan jalan tengah untuk itu semua?  Seringkali sudah aku mengalah dan memilih jalan yang tak aku inginkan karena kasian kepada sekitar. Hingga tak menyadari akhirnya diri ini yang semakin dirugikan. Entah dari sisi manapun itu. Berdosakah jika diri ini berhenti melangkah karena rasa kasihan? Bukankah manusia diciptakan dengan kebebasannya memilih jalan kehidupannya masing-masing? Rasa bersalah selalu ada ketika memilih jalan yang diinginkan, namun orang sekitar kurang menerimanya. Apakah lebih baik mengakhiri? Bukankah manusia dilarang mengakhiri dirinya sebelum waktu itu tiba?

Masih Mencari

Image
        Senja menampakan keindahan yang hanya sepersekian menit dia tampak indah, sebelum pergi terusir oleh malam. Seperti kehadiran kita pada setiap kehidupan orang-orang tersayang. Kita, hanya pada waktu yang berbeda merasakan perjalanan lambat. Namun terasa kilat kala saling meninggalkan, pergi karena sebuah alasan. Setiap jari jemari dan senyuman sebagai tanda permulaan, itupula adalah awal dari perpisahan. Tanpa kita sadari, kita akan berpisah dengan dia yang masih kita jabat erat. Entah sekarang, esok, atau kapanpun itu waktu yang tak pernah sekalipun manusia mampu menebaknya dengan angka yang tepat, meski seorang ahli matematikapun tak akan lagi berguna tentang hal kali ini.        Aku termenung di bawah langit gelap berteman bulan dan gemintang terang. Di balik bebatuan yang menumpuk dan menghalau penglihatan. Menerawang jauh ke langit-langit yang sedang tak lagi sepi. Mungkin, aku bisa menjadi salah satu di antara mereka. Data...