Posts

Showing posts from August, 2020

SINOPSIS FILM PENGABDI SETAN (2017)

Image
    LINK FILM PENGABDI SETAN  https://safelink.id/yvXxVf   "Pengabdi Setan" adalah sebuah film horor Indonesia yang disutradarai oleh Joko Anwar. Film ini dirilis pada tahun 2017 dan berhasil meraih sukses besar di Indonesia dan luar negeri. Berikut adalah review film "Pengabdi Setan": Cerita: "Pengabdi Setan" mengisahkan tentang seorang ibu tunggal bernama Marlina (diperankan oleh Ayu Laksmi) yang meninggal secara misterius. Setelah itu, anak-anak Marlina (diperankan oleh Tara Basro, Endy Arfian, Nasar Annuz, dan M. Adhiyat) mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan menakutkan di rumah mereka. Mereka akhirnya menyadari bahwa ibu mereka belum benar-benar pergi dan masih menghantui rumah tersebut. Mereka pun berusaha mencari cara untuk mengusir arwah ibu mereka agar dapat hidup dengan tenang. Penceritaan: Joko Anwar berhasil mengemas cerita yang menarik dan menegangkan dalam "Pengabdi Setan". Alur cerita yang berkelanjutan dan penggambaran suasan

Antara Pergi atau Berakhir

Image
Bersandar pada bebatuan beralaskan pasir pantai, tak merasakan sengatan sinar matahari meski sedang meninggi. Tak merasakan kerasnya batu tempat bersandar meski begitu kasar seharusnya yang aku rasa. Menerawang ke depan bahkan berbalik ke belakang. Berpikir tentang setiap tindakan yang di ambil dengan gegabah tanpa memikirkan masa depan. Mereka kecewa, dengan diri ini yang tak seharusnya bersuara. Mereka kecewa, tentang diri ini yang seharusnya tak bertindak. Mereka kecawa, tentang diri ini yang seharusnya menahan ledakan dunia. Mereka kecewa, tentang diri ini yang memang seharusnya sudah tiada. Mungkin pergi akan menjadi sebuah jawaban, entah kapan saatnya itu akan tiba. Penantian dan berjuang untuk melapaskan segala. Tak memungkiri rindu akan menyelimuti. Atau mungkin jiwa yang pergi tanpa raga menemani?

Mengakhiri atau Bertahan

Image
Manakah yang akan engkau pilih? Ketika menyadari segala tindakanmu hanya membahagiakan satu sisi. Ada kalanya pilihan hidupku membahagiakan mereka, namun begitu berat untuku lalui. Adapun, pilihan hidup yang lain membuatku bernafas lega. Tapi, membuat sekitar bersedih hingga kecewa.  Sudahkah, kalian di luar sana menemukan jalan tengah untuk itu semua?  Seringkali sudah aku mengalah dan memilih jalan yang tak aku inginkan karena kasian kepada sekitar. Hingga tak menyadari akhirnya diri ini yang semakin dirugikan. Entah dari sisi manapun itu. Berdosakah jika diri ini berhenti melangkah karena rasa kasihan? Bukankah manusia diciptakan dengan kebebasannya memilih jalan kehidupannya masing-masing? Rasa bersalah selalu ada ketika memilih jalan yang diinginkan, namun orang sekitar kurang menerimanya. Apakah lebih baik mengakhiri? Bukankah manusia dilarang mengakhiri dirinya sebelum waktu itu tiba?

Masih Mencari

Image
        Senja menampakan keindahan yang hanya sepersekian menit dia tampak indah, sebelum pergi terusir oleh malam. Seperti kehadiran kita pada setiap kehidupan orang-orang tersayang. Kita, hanya pada waktu yang berbeda merasakan perjalanan lambat. Namun terasa kilat kala saling meninggalkan, pergi karena sebuah alasan. Setiap jari jemari dan senyuman sebagai tanda permulaan, itupula adalah awal dari perpisahan. Tanpa kita sadari, kita akan berpisah dengan dia yang masih kita jabat erat. Entah sekarang, esok, atau kapanpun itu waktu yang tak pernah sekalipun manusia mampu menebaknya dengan angka yang tepat, meski seorang ahli matematikapun tak akan lagi berguna tentang hal kali ini.        Aku termenung di bawah langit gelap berteman bulan dan gemintang terang. Di balik bebatuan yang menumpuk dan menghalau penglihatan. Menerawang jauh ke langit-langit yang sedang tak lagi sepi. Mungkin, aku bisa menjadi salah satu di antara mereka. Datang dan pergi pada saatnya. Tiada memaksa keadaan