Why Read Aloud?

Image
-JIM TRELEASE- One day back in the 1980s I visited the kindergarten room I had attended years earlier as a child at Connecticut Farms Elementary School, in Union, New Jersey. Gazing up at me were the faces of about fifteen children, each of them seated expectantly on their story rug. “How many of you want to learn to read this year?” I asked. Without a second’s hesitation, every hand shot into the air, many accompanied by boasts like “I already know how!” Their excitement matched what every kindergarten teacher has told me: Every child begins school wanting to learn to read. In other words, we’ve got 100 percent enthusiasm and desire when they start school—the first chapter in their life. In subsequent years, when the National Reading Report Card surveyed students, they found very different attitudes and behavior as the students aged: Among fourth-graders, only 54 percent read something for pleasure every day. Among eighth-graders, only 30 percent read for pleasure daily.   By t...

Masih Mencari

A Beginner's Guide to Night Sky Photography
  
    Senja menampakan keindahan yang hanya sepersekian menit dia tampak indah, sebelum pergi terusir oleh malam. Seperti kehadiran kita pada setiap kehidupan orang-orang tersayang. Kita, hanya pada waktu yang berbeda merasakan perjalanan lambat. Namun terasa kilat kala saling meninggalkan, pergi karena sebuah alasan. Setiap jari jemari dan senyuman sebagai tanda permulaan, itupula adalah awal dari perpisahan. Tanpa kita sadari, kita akan berpisah dengan dia yang masih kita jabat erat. Entah sekarang, esok, atau kapanpun itu waktu yang tak pernah sekalipun manusia mampu menebaknya dengan angka yang tepat, meski seorang ahli matematikapun tak akan lagi berguna tentang hal kali ini.

       Aku termenung di bawah langit gelap berteman bulan dan gemintang terang. Di balik bebatuan yang menumpuk dan menghalau penglihatan. Menerawang jauh ke langit-langit yang sedang tak lagi sepi. Mungkin, aku bisa menjadi salah satu di antara mereka. Datang dan pergi pada saatnya. Tiada memaksa keadaan karena takdir telah berkumandang. Menerima segala titah tanpa berkeluh kesah.
   
        Tentang malam ini, aku menerawang semakin ke dalam. Lubuk hati para penyelimut bumi yang memberikan dingin dan sunyi setiap malam. Menyuruh insan bumi untuk segera bergegas memejamkan mata dan melupakan sekelibat urusan dunia. Padahal dia tahu, semuanya akan kembali kala pagi merampas malam-malam kami.

Comments

Popular posts from this blog

Samar

Batik Tulis Banaran (Madiun)

Children's Learning Styles