Why Read Aloud?

Image
-JIM TRELEASE- One day back in the 1980s I visited the kindergarten room I had attended years earlier as a child at Connecticut Farms Elementary School, in Union, New Jersey. Gazing up at me were the faces of about fifteen children, each of them seated expectantly on their story rug. “How many of you want to learn to read this year?” I asked. Without a second’s hesitation, every hand shot into the air, many accompanied by boasts like “I already know how!” Their excitement matched what every kindergarten teacher has told me: Every child begins school wanting to learn to read. In other words, we’ve got 100 percent enthusiasm and desire when they start school—the first chapter in their life. In subsequent years, when the National Reading Report Card surveyed students, they found very different attitudes and behavior as the students aged: Among fourth-graders, only 54 percent read something for pleasure every day. Among eighth-graders, only 30 percent read for pleasure daily.   By t...

Egois

Five Serial Killers Who Haven't Been Caught Yet - A&E

Menanti kebahagiaan membuat manusia serakah,
ingin memiliki segalanya yang harus sempurna
Tak boleh sedetikpun terlewatkan,
menggenggam pisau meski sudah terluka dalam

Mereka bilang kesederhanaan cukup membuat bahagia,
mereka bilang seadanya saja cukup menutup segalanya
Mereka berkata dengan lantang bahwa diri bahagia,
dengan secuil berkah yang dimiliki pada dirinya

Nyatanya, toleransipun semakin mengikis
tak menerima perbeadaan karakteristik
Memaksa siapapun yang masuk sesuai dengan kriteria standart kebahagiaan
Bukankah bahagia itu tak bisa dinilai dengan data?

Menelan bangkai saudara sendiri hanya karena ketidaksempurnaan,
mengkritisi segala yang berbeda jalan meski sama tujuan
Tak berusaha memahami asal semua sama dengan keinginan,
semua kotor di mata pecundang yang tak pernah mengakui dosa

Jika memang mereka tak menerima,
kenapa tak mengatakan menolak?
bukankah bicara dari mulut tanpa akal begitu mudah saat ini?
tak perlu menyiksa wanita kecil yang terus menerima kalimat-kalimat miris
tanpa menerima sepatahpun makna dari apa yang tergambar jelas di hadapan

Tak cukupkah membunuh mimpi di masa kecil?
tak cukupkah, bergelimang kebahagiaan dengan diam tanpa mencaci?
Sudahlah, jangan pura-pura menangis seakan orang lain menyalahkan
mungkin orang lain hanya jujur dan ingin perubahan

Genggaman itu janganlah terlalu erat,
siaplah menjaga dan melepas jika takdir berkata lain
Semua yang sudah dimulai,
akan ada akhir

Termasuk, kematian.

Comments

Popular posts from this blog

Samar

Batik Tulis Banaran (Madiun)

Children's Learning Styles