Posts

Showing posts from December, 2019

Why Read Aloud?

Image
-JIM TRELEASE- One day back in the 1980s I visited the kindergarten room I had attended years earlier as a child at Connecticut Farms Elementary School, in Union, New Jersey. Gazing up at me were the faces of about fifteen children, each of them seated expectantly on their story rug. “How many of you want to learn to read this year?” I asked. Without a second’s hesitation, every hand shot into the air, many accompanied by boasts like “I already know how!” Their excitement matched what every kindergarten teacher has told me: Every child begins school wanting to learn to read. In other words, we’ve got 100 percent enthusiasm and desire when they start school—the first chapter in their life. In subsequent years, when the National Reading Report Card surveyed students, they found very different attitudes and behavior as the students aged: Among fourth-graders, only 54 percent read something for pleasure every day. Among eighth-graders, only 30 percent read for pleasure daily.   By t...

TANPA

Image
Dia melihatmu, engkau tau itu, matanya buta untuk dirinya  Sayatan tajam melukai kejujuran, tanpa sadar mengintai lawan yang salah tujuan Gemericik butiran air terdengar syahdu, mengalun lembut menembus kebisingan malammu Dia tak akan bisa mendengar keindahan itu, karena telinganyapun dipenuhi gundukan racun Fokus dirinya hanya pada dirimu, setiap goresan yang kau lakukan menjadi isi peluru yang siap menderu Dia tidak sadar anak panah menuju ke arahnya, dia tarik dan membunuh kedengkian yang dia lahirkan

Sering Salah

Image
Sinar matanya kini padam, hanya membekas luka yang tak kunjung hilang Mungkin benar yang orang katakan, jika diri tak lagi menguasai, emosi yang akan berdiri tegak Mengatakan bahwa dia pemenangnya Emosi sudah mengambil alih diri, bicara tentang kekuasaan yang akan merenggut rasionalitas Bahkan hembusan nafas tak lagi bisa seirama, dengan denyut jantung yang kian menggema Orang tuli pun mungkin bisa mendengarnya, jeritan palsu meminta tolong kepada manusia Nyatanya dia hanya mampu mencela, menistakan keadaan yang sudah tiada Sengaja membungkam bisikan indah duniawi, kepercayaan yang sudah memudar karna tersisihkan Mata hanya melirik dan kembali terpejam melihat kerakusan, kebahagiaan yang hadir karna ulah kenaifan Kebohongan yang merajuk kepada amarah seorang insan, dan kebahagiaan yang meretas celah-celah kesedihan Entah mampu bertahan atau hanya mati tak memberi arti, kepada dunia yang sudah mengubahnya tak berarti   ...

BURR

Image
Mata semesta mulai merajarela, menikam mangsa yang layak tersiksa Berdiam terhanyut nuansa kelabu, melihat karangan bunga penuh duri nan tabu Melirik tajam kepada pembisik buta, punya mata berdarah hingga tak mampu melihat dunia Mulutnya menganga bersiap memangsa, saat telinga mendengar pecahan kaca tak sempurna Memetik kata yang tertanam dalam kebun duri, gila menyahut tak peduli ilusi Menghentak retakan yang entah tercipta dari mana, fakta tak lagi menjadi syorotan keyakinan dunia Meretas otak yang kian menjalar, ucapan menderu kian berontak Menjelajah ruang merah tak bertuah, hingga redup binar kehidupan manusia 

Ramuan Racun

Image
Kalimat tak bermakna kian jelas Jelas terlihat merona pun juga tertutup awan Awan yang bergejolak terombang ambing nyata Berlarilah dan jangan membeku keras Awan hanya menghasut, Dengan wujud yang berbeda dari mereka Iblis yang menjelma seolah bagian dari duniawi Janganlah terhanyut, Bukalah mata dan lihat keindahan dibalik tipuan mata ini Renungkan sejenak kehidupan barumu Baru, dan hanya sekali untukmu Karena selanjutnya belum tentu kita Berwujud indah seperti sedia kala Raungan iblis hanya racun kehidupan, Telanlah seperti ramuan penyembuh kesakitan, Janjinya sangat palsu untuk sebuah kehidupan, Tak perlu percaya oleh keterusterangan manusia Karena jelmaan iblis yang tak akan berhenti mengusik telinga kita Mencoba mencari celah untuk kita menjauh dari mimpi-mimpi indah kita Bangunlah, untuk dunia baru Bangunlah untuk jiwa yang telah kembali dan kembali baru Menarilah Bersama jiwa yang terus terang hanyut Mengatakan dia tel...