Posts

Showing posts from June, 2020

Why Read Aloud?

Image
-JIM TRELEASE- One day back in the 1980s I visited the kindergarten room I had attended years earlier as a child at Connecticut Farms Elementary School, in Union, New Jersey. Gazing up at me were the faces of about fifteen children, each of them seated expectantly on their story rug. “How many of you want to learn to read this year?” I asked. Without a second’s hesitation, every hand shot into the air, many accompanied by boasts like “I already know how!” Their excitement matched what every kindergarten teacher has told me: Every child begins school wanting to learn to read. In other words, we’ve got 100 percent enthusiasm and desire when they start school—the first chapter in their life. In subsequent years, when the National Reading Report Card surveyed students, they found very different attitudes and behavior as the students aged: Among fourth-graders, only 54 percent read something for pleasure every day. Among eighth-graders, only 30 percent read for pleasure daily.   By t...

Diamlah...

Image
Diam. mulut mungil, berasal dari tanah, dan menjadi gumpalan daging mentah. Berawal dari suatu perkara, kotor dan hina. Hingga terangkat, menjadi sosok yg indah. Tanpa penjagaan, semua akan hina. Tanpa kesadaran, semua akan sirna. Diam. Tak sadarkah kita! Berawal dari hina? Namun menghina sesama? Siapa kamu, berlagak Tuhan, di BumiNya Sang Raja.

Tak Ingin Lagi

Image
Langit berderai air hujan, membasahi lantai teras rumah Gelap membuatku tak melihat kenyataan, perihal nestapa yang menghujam lelah   Deru percikan kelam tak terlihat, kemarilah, dan pandang mata indah, masihkan? Atau hanya tinggal resah?   Genggam kembali jemari, rasakan kehangatan aliran darah dalam nadi, detaknya tak terhenti, meski sebentar lagi membeku meninggalkan rintihan sunyi   Lihat mendung yang tak terkendali, bagai isakan yang tak tertahan lagi Pasrah diri tak berharap kembali, sakit yang dilalui tak mungkin ku ingin lagi

Seonggok Pemuda

Image
Berlenggak-lenggok angin menerpa, mengibas kebahagiaan yang enggan menyapa Berharap senyum dari singgasana, meski takdir berkata rela Sosok perkasa tertelungkup duka, sembunyikan rasa yang telah luka suara cicak seakan berkata, betapa bodohnya anak manusia Meja permainan telah digelar kembali, mengisyaratkan pemuda untuk berjudi menyerahkan hidup pada ketidakpastiaan diri, tak sadar kaki-kaki meja tertawa lirih Suasana semakin riuh, menandakan dadu telah terjatuh, entah hidup siapa lagi kini tertaruh, enggan pergi meski tahu diri akan terjatuh Bodoh atau lugu tak lagi beda, karena kini sudah bukan dunia, manusia menggubahnya, menjadi arena tuk mempertaruhkan nyawa

Sedang Hilang

Image
Gelegar pagi nan kacau, meluluh lantakan kesadaran, tanpa siapapun sadari   Linglung, aku lupa, tak ingat siapa kamu atau aku apakah aku mencintaiku? apakah aku membahagiakanku?   Bekas-bekas luka tetap menganga, hingga kebas tak berasa, perihal luka terlanjur dalam, tak menyisakan rasa sakit Karena insting itupun telah teriris dalam   Mencari ingatan, tak lagi kutemukan, bahkan kesakitan, telah terbinasakan, apalagi, kebahagiaan.

Hai

Image
Pada kenangan, ada kerinduan, untuk bisa menjalaninya lagi   Yang indah ingin diulang, lebih indah, yang tak indah, ingin diperbaiki pada masa yang baru