Posts

Showing posts from June, 2020

SINOPSIS FILM PENGABDI SETAN (2017)

Image
    LINK FILM PENGABDI SETAN  https://safelink.id/yvXxVf   "Pengabdi Setan" adalah sebuah film horor Indonesia yang disutradarai oleh Joko Anwar. Film ini dirilis pada tahun 2017 dan berhasil meraih sukses besar di Indonesia dan luar negeri. Berikut adalah review film "Pengabdi Setan": Cerita: "Pengabdi Setan" mengisahkan tentang seorang ibu tunggal bernama Marlina (diperankan oleh Ayu Laksmi) yang meninggal secara misterius. Setelah itu, anak-anak Marlina (diperankan oleh Tara Basro, Endy Arfian, Nasar Annuz, dan M. Adhiyat) mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan menakutkan di rumah mereka. Mereka akhirnya menyadari bahwa ibu mereka belum benar-benar pergi dan masih menghantui rumah tersebut. Mereka pun berusaha mencari cara untuk mengusir arwah ibu mereka agar dapat hidup dengan tenang. Penceritaan: Joko Anwar berhasil mengemas cerita yang menarik dan menegangkan dalam "Pengabdi Setan". Alur cerita yang berkelanjutan dan penggambaran suasan

Diamlah...

Image
Diam. mulut mungil, berasal dari tanah, dan menjadi gumpalan daging mentah. Berawal dari suatu perkara, kotor dan hina. Hingga terangkat, menjadi sosok yg indah. Tanpa penjagaan, semua akan hina. Tanpa kesadaran, semua akan sirna. Diam. Tak sadarkah kita! Berawal dari hina? Namun menghina sesama? Siapa kamu, berlagak Tuhan, di BumiNya Sang Raja.

Tak Ingin Lagi

Image
Langit berderai air hujan, membasahi lantai teras rumah Gelap membuatku tak melihat kenyataan, perihal nestapa yang menghujam lelah   Deru percikan kelam tak terlihat, kemarilah, dan pandang mata indah, masihkan? Atau hanya tinggal resah?   Genggam kembali jemari, rasakan kehangatan aliran darah dalam nadi, detaknya tak terhenti, meski sebentar lagi membeku meninggalkan rintihan sunyi   Lihat mendung yang tak terkendali, bagai isakan yang tak tertahan lagi Pasrah diri tak berharap kembali, sakit yang dilalui tak mungkin ku ingin lagi

Seonggok Pemuda

Image
Berlenggak-lenggok angin menerpa, mengibas kebahagiaan yang enggan menyapa Berharap senyum dari singgasana, meski takdir berkata rela Sosok perkasa tertelungkup duka, sembunyikan rasa yang telah luka suara cicak seakan berkata, betapa bodohnya anak manusia Meja permainan telah digelar kembali, mengisyaratkan pemuda untuk berjudi menyerahkan hidup pada ketidakpastiaan diri, tak sadar kaki-kaki meja tertawa lirih Suasana semakin riuh, menandakan dadu telah terjatuh, entah hidup siapa lagi kini tertaruh, enggan pergi meski tahu diri akan terjatuh Bodoh atau lugu tak lagi beda, karena kini sudah bukan dunia, manusia menggubahnya, menjadi arena tuk mempertaruhkan nyawa

Sedang Hilang

Image
Gelegar pagi nan kacau, meluluh lantakan kesadaran, tanpa siapapun sadari   Linglung, aku lupa, tak ingat siapa kamu atau aku apakah aku mencintaiku? apakah aku membahagiakanku?   Bekas-bekas luka tetap menganga, hingga kebas tak berasa, perihal luka terlanjur dalam, tak menyisakan rasa sakit Karena insting itupun telah teriris dalam   Mencari ingatan, tak lagi kutemukan, bahkan kesakitan, telah terbinasakan, apalagi, kebahagiaan.

Hai

Image
Pada kenangan, ada kerinduan, untuk bisa menjalaninya lagi   Yang indah ingin diulang, lebih indah, yang tak indah, ingin diperbaiki pada masa yang baru