Posts

Showing posts from March, 2020

Why Read Aloud?

Image
-JIM TRELEASE- One day back in the 1980s I visited the kindergarten room I had attended years earlier as a child at Connecticut Farms Elementary School, in Union, New Jersey. Gazing up at me were the faces of about fifteen children, each of them seated expectantly on their story rug. “How many of you want to learn to read this year?” I asked. Without a second’s hesitation, every hand shot into the air, many accompanied by boasts like “I already know how!” Their excitement matched what every kindergarten teacher has told me: Every child begins school wanting to learn to read. In other words, we’ve got 100 percent enthusiasm and desire when they start school—the first chapter in their life. In subsequent years, when the National Reading Report Card surveyed students, they found very different attitudes and behavior as the students aged: Among fourth-graders, only 54 percent read something for pleasure every day. Among eighth-graders, only 30 percent read for pleasure daily.   By t...

Menipu Diri

Image
Hai Aku, ingin aku katakan sebuah kejujuran tentang diri yang sudah terbunuh oleh keegoisan Aku bukan kamu, dan kamu bukanlah diriku kita tak sama, kita selalu beradu dalam satu tubuh Hingga lelah dan letih kita terus berebut akan rasa yang sebenarnya terasa nyata antara hati  dan pikiran yang tak pernah lagi bisa terkoneksi saling berebut kebenaran atau bahkan tipuan Sadarlah. Aku menipu dirimu dirimu yang sekarang berbicara sebagai aku dengan menggenggam secarik kertas dengan tinta merah yang telah meluruh   Aku tak ingin kau membacanya, akan aku ceritakan keadaan kala lampau agar kau mengerti kenapa dirimu hadir saat ini yang seharusnya tiada kamu di sini karena hanya aku yang sebenarnya diriku   Kemarilah, agar engkau memahami makna diriku yang telah membuatmu terlahir dengan rintihan sunyi berbalut malam yang tak akan bisa manusia lihat ke dalam dirimu karena hanya aku yang akan bisa menerkamu

Samar

Image
Celoteh yang kian memudar, entah kenapa semakin menghilang kupaksa berbicara namun tak kunjung keluar, kalimat yang senantiasa menghiasi diri dalam hingar bingar Percaya merupakan sesuatu yang sulit untuk kembali ada Mengartikan cinta yang tak sama dengan semestinya Hilang jiwa tentang kasih dan sayang, membuatku lupa dengan rasa yang sempat kupendam Membunuh rasa meninggalkan sesak yang begitu dalam, tak mengira akan seterjal bayangan kelam mencoba mencari celah untuk menghidupkan kembali, tapi tak kunjung kutemui Mungkin berbeda antara memaafkan dan membunuh rasa, karna sekali mati tak akan bisa hidup kembali Perjuangannyapun tak membuahkan hasil, masih sama dengan aku yang kemarin bukan aku yang dulu atau aku yang baru Resah, tidak aku tidak merasakan itu Sedih, tidak aku tidak menangis sepanjang malam Bahagia, tidak aku sulit untuk kembali tertawa Marah, tidak aku tidak meledak-ledak seperti dulu kala Aku, hanya tidak tau ...